Karakter Kristus Hadir Setelah Berjumpa Allah

WARTA.TV - Yakub merupakan salah satu bapa leluhur Israel yang mempunyai andil besar turut serta mendirikan bangsa Israel. Ada tiga nama bapa leluhur bangsa Israel yang merupakan pendiri bangsa Israel yaitu : Abraham, Ishak dan Yakub. Melalui ketiga nama bapa leluhur bangsa Israel tersebut berdiri dan akhirnya Israel terpilih menjadi umat perjanjian.

Untuk mendukung pernyataan tersebut, Allah sendiri untuk meyakinkan Musa memberikan penegasan seperti yang ditulis pada Kisah Para Rasul 7:32 "Akulah Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Ishak dan Yakub. Maka gemetarlah Musa, dan ia tidak berani lagi melihatnya."

Firman Tuhan diatas menulis bahwa Allah memperkenalkan diri-Nya kepada Musa sebagai "Akulah  Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub." Penyebutan Nama-Nya yang sangat akrab disini, sebab Allah memberikan dasar perjumpaan pertama-Nya dengan Musa yang bertumbuh dan dewasa tidak di rumah orang-tuanya sendiri, tetapi di istana Kerajaan Mesir. 

Oleh karena hal tersebut, Allah perlu menunjuk latar belakang asal-usul Musa, bahwa Musa bukan orang Mesir, melainkan keturunan Abraham dari garis Ishak dan Yakub. Dan ketiga bapa leluhur Musa kendatipun telah mati di bumi ini, mereka sekarang ada bersama-sama dengan Allah. Dan Allah telah mengikat perjanjian dengan nenek-moyang bangsa Israel ini. Perkenalan ini menyadarkan Musa bahwa Allah adalah Allah dari bapa-bapa leluhurnya.


Nama Yakub yang artinya penipu ulung nantinya akan diganti menjadi Israel. Sebelum nama Yakub diganti, ia harus melalui beberapa proses perjalanan dan mengalami perjumpaan dengan Tuhan, Alkitab menuliskan ada tiga tempat dimana Allah menampakkan diri kepada Yakub dan menjadi tempat Yakub mendapat penyertaan dan perkenanan Tuhan.

1. Betel: Rumah Allah (Kej 28:19)

Betel, dalam bahasa Ibrani: בֵּית־אֵל - BEIT-'EL, harfiah: rumah Allah, Dulu disebut Lus (Ibrani: לוּז - LUZ) dan diberi nama baru oleh Yakub (Kejadian 28:18-19). Nama-nya sekarang ini adalah Tell Beitin, di jalan batas air, 19 km di utara Yerusalem.

- Yakub mendapat mimpi tangga dari bumi ke langit.
- Yakub mendirikan batu Betel.


BETEL Dalam Kejadian 28:11 mencatat Yakub mengambil sebuah batu sebagai alas kepala, dan langit sebagai atap dan tirainya. Yakub yang sebelumnya berhasil merebut berkat dari Esau, kini serentak juga menerima kesengsaraan di dalam pengembaraan. 

Ia harus melarikan diri dan kehilangan tanah yang dijanjikan. Ia kemalaman dan terpaksa tidur beralaskan batu yang terkesan jauh dari habitat manusia. Yakub mengambil batu sebagai alas kepala dan membaringkan diri. 

Batu itu digunakan sebagai bantal dengan muka bumi sebagai tempat tidur menandakan nasib pengungsi yang tinggal seorang diri. Batu itu kemungkinan berukuran agak besar karena nanti digunakan sebagai tugu.

a. Sebagai Lambang Pemeliharaan Allah.

Pemeliharaan Allah ini terjadi hubungan yang senantiasa terjaga antara sorga dan bumi. Rancangan-rancangan sorga dilaksanakan di bumi, dan semua perbuatan serta perkara di bumi ini diketahui di sorga dan dihakimi di sana. 

Para malaikat adalah roh-roh yang melayani, yang melayani semua tujuan dan rancangan Allah Sang Pemelihara. Para malaikat adalah roh-roh yang giat, yang senantiasa naik turun.

Mereka tidak beristirahat, siang atau malam, dari melayani, sesuai dengan tugas yang sudah ditetapkan untuk mereka.

Mereka naik, untuk memberikan laporan atas apa yang sudah mereka perbuat, dan untuk menerima perintah-perintah. Lalu kemudian turun, untuk melaksanakan perintah-perintah yang sudah mereka terima.

Penglihatan ini memberikan penghiburan yang sangat tepat pada waktunya kepada Yakub, dengan memberi tahu dia bahwa ia mempunyai pemandu dan penjaga yang baik, pada waktu ia keluar dan masuk.

Penghiburan bahwa, meskipun ia terpaksa mengembara dari rumah ayahnya, namun ia tetap diperhatikan oleh Sang Pemelihara yang baik, dan dilindungi oleh malaikat-malaikat kudus.

b. Sebagai Lambang Kepengantaraan Kristus.

Yesus Kristus adalah tangga (stairway) penghubung yang satu-satunya antara Allah dengan manusia. Sehubungan dengan teks ini, Tuhan Yesus mengatakan bahwa Ia adalah PINTU, Akses masuk menuju Sorga (Prosagôgê).  Keselamatan hanya melalui Dia (Yesus). Sebab dalam Dia, Allah telah merangkul manusia untuk dapat datang kepada-Nya.

2. Mahanaim: Bala tentara Allah menyertai Yakub (Kej 32:2)

Mahanaim dalam bahasa Ibrani: מַֽחֲנַיִם - MAKHANAYIM, harfiah: dua tenda/ sepasang perkemahan. Kata ini berasal dari kata מַֽחֲנֶה - MAKHANEH, yang artinya: kemah/ tenda/ perkemahan; dalam konteks tertentu juga dapat bermakna "tentara/ pasukan tentara" 

- Yakub bertemu dengan malaikat Allah.
- Sekalipun jauh dari orang tua dan keluarga, Yakub tidak sendirian.


MAHANAIM

Yakub telah menaati perintah Allah dengan meninggalkan Laban dan kembali ke tanah Kanaan (Kej 31:13), kini Yakub memasuki wilayah menuju kediaman Esau kakaknya (di pegunungan Seir) yang pernah bermusuhan dengannya. Allah mengirim para malaikat untuk meyakinkan Yakub akan kehadiran dan perlindungan-Nya. 


Telah lebih dari dua puluh tahun telah berlalu, Yakub lari dari saudaranya, Esau. Ia lari sendirian menuju Haran dengan tidak membawa bekal harta. Kini telah berlalu sejak kemarahan Esau yang berniat membunuhnya karena Yakub "mencuri berkat"-nya dan Esau bersumpah untuk membalas dendam.
 
Kini kedua bersaudara ini saudara akan bertemu lagi. Apakah Esau masih marah? Ataukah kemarahanya telah berlalu dan Allah Abraham telah melunakkan hatinya? 

Yakub diliputi dengan keraguannya akan sikap abangnya Esau jika dia akan bertemu dengannya.
Peristiwa supranatural ini memberikan keyakinan kepada Yakub untuk tetap melanjutkan perjalanannya. 

Baik dalam perjalanan ke luar Kanaan maupun ketika kembali, para utusan surgawi ini mengunjungi Yakub untuk membuatnya sadar akan penyertaan Allah kepadanya. 

Kehadiran Bala Tentara Sorga ini memberikan lingkaran perlindungan yang menakjubkan di sekeliling orang-orang yang dalam perjalanan itu. Sebuah gambaran indah mengenai keamanan dan perlindungan serta ketenangan jiwa (bandingkan 2 Raja 6:15-17). 

Di sini, Yakub menunjukkan rasa takutnya akan Allah, dan menyatakan imannya kepada Allah. Ia benar-benar menyerahkan diri ke tangan Tuhan untuk memperoleh kemenangan dan kelepasan. Yakub tidak tenggelam dalam ketakutan dan keputus-asaaannya. 

Ada pepatah mengatakan "Tolonglah dirimu sendiri, maka Allah akan menolongmu."

Pepatah ini mengajarkan kepada kita bahwa: Allah menjawab doa-doa kita dengan mengajar kita untuk juga berani dan cekatan mengatur perkara-perkara kita dengan bijak. Sebagai seorang yang beriman tidak boleh bersikap pasif berdoa saja, melainkan juga bekerja.

3. Pniel: Wajah Allah (Kej 32:30)

Nama "Pniel" פְּנִיאֵל - PENI'EL, atau פְּנוּאֵל - PNU'EL adalah nama bagi suatu tempat yang diberikan Yakub setelah ia "bergulat dengan Allah". Nama tsb artinya adalah "Wajah Allah", Dalam bahasa Ibrani: פְּנֵי אֱלֹהִים - PENEY 'ELOHIM. Kata ini terhubung dengan kata פָּנִים - PANIM yang dihubungkan dengan istilah kias bagi pertemuan Yakub yang melihat Allah "muka dengan muka ( פָּנִים אֶל־פָּנִים PANIM 'EL PANIM, face to face)".

- Yakub bergumul dengan Allah – dan ia menang
- Nama Yakub (penipu ulung) diubah menjadi Israel (perkasa dihadapan Allah dan manusia)

 

Lokasi "Pniel" פְּנִיאֵל - PENI'EL, pada daerah dekat penyeberangan sungai Yabok, waktu ia pulang dari Haran dan berjumpa dengan Esau. Lokasi Pniel diberikan secara persis oleh Yakub dimana ia telah bergulat dengan seorang malaikat. Itu sebabnya ia menyebut tempat ini Pniel karena di sana Yakub telah mengalami pengalaman rohani yang luar biasa melihat Allah "muka dengan muka ( פָּנִים אֶל־פָּנִים PANIM 'EL PANIM, face to face),"(Kejadian 32:22-31). Nama Pniel ( פְּנִיאֵל - PENI'EL) ini sama dengan Penuel ( פְּנוּאֵל - PENU'EL).

Berkat yang dipergumulkan Yakub dalam peristiwa itu (32:26), terwujud dalam sikap Esau yang nantinya berbaikan dengannya (Kejadian 33:10, "Memang melihat mukamu adalah bagiku serasa melihat wajah Allah").

Dalam Kejadian 32:30 Yakub melihat Allah menampakkan diri sebagai seorang malaikat – Dia tidak betul-betul melihat Allah, apa yang dilihat Yakub ini hanyalah "teofani."

Setelah Berjumpa Allah, Yakub Menghasilkan :

  1. Perjalanan yang berat dan melelahkan diubah menjadi perjalanan yang penuh kesegaran dan kekuatan.
  2. Ketakutan dan kekhawatiran diubah menjadi keberanian dan penuh iman.
  3. Sifat dan karakter yang buruk diubah menjadi manusia berkarakter Kristus.
  4. Yang tadinya mengandalkan kekuatan sendiri menjadi bergantung kepada anugerah dan mengandalkan Tuhan.


Jika kita semua sebagai pengikut Kristus ingin dengan sungguh-sungguh mau diubahkan menjadi  orang yang dipakai Tuhan secara luar biasa seperti Yakub, yang dilakukan adalah harus selalu intim bergaul dengan Allah dalam situasi apapun. Pada saat kita mengalami perjumpaan dengan Allah muka dengan muka, kita akan mengalami perubahan dan memiliki karakter Kristus yang membuat kita semua benar-benar serupa dengan Kristus.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال