Allah Tak Pernah Meninggalkan Komunitas-Nya


WARTA.TV - Allah sampai saat ini masih belum selesai dengan gereja-Nya, sebab sampai sekarang ini,  kita masih belum 100% mengikuti apa yang Firman Tuhan inginkan. Dimana dalam prakteknya, masih banyak Gereja Tuhan yang belum serupa dengan Kristus. 

Kurikulum Tuhan adalah agar manusia serupa dengan Kristus. Kurikulum berasal dari bahasa Yunani, yaitu “curir” yang berarti pelari, serta “curere” yang berarti tempat berpacu. Kurikulum dalam olahraga dapat diartikan sebagai sebuah jarak yang mesti ditempuh seorang pelari supaya mendapat medali atau penghargaan lainnya.

Sebagai contoh kurikulum yang Tuhan berikan pada saat menentukan langkah Yusuf dimulai saat dia dijual sampai menjadi orang terpenting kedua di Mesir, karena itu adalah ujian karakter dan permunian iman dari Tuhan.

Demikian juga dengan kita semua sebagai pengikut Kristus, sebaiknya merima dengan taat, ketika kita sedang dijamah Tuhan untuk menjadi mitra-Nya dan alat-Nya untuk membangun gereja-Nya di bumi.

Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.(Matius16:13-18)

Tujuan Allah untuk manusia adalah sebagai tuan yang mengolah bumi.

belum ada semak apapun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apapun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu; (Kejadian 2:5)

Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya, tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar.(Amsal 13:22)


Allah Bapa sendiri telah merelakan Anak-Nya yang dikasihi-Nya mati di kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita, demikian juga dengan kita sebagai umat-Nya yang telah ditebus, harus bertemu dengan orang berdosa agar kebenaran Kristus disampaikan melalui penginjilan kita. Kesaksian yang kita miliki agar dapat di impartasikan kepada orang berdosa sehingga mereka menerima Yesus, inilah panggilan Tuhan bagi kita untuk membangun gereja-Nya.

Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya(Matius 16:18)


Tuhan Yesus merupakan yang terutama sampai saat ini, dan Dia membutuhkan kita sebagai alat-Nya. Karena kita semua merupakan alat Tuhan yang memiliki tugas dan tanggung jawab untuk membangun gereja di bumi. Dengan demikian kita tidak perlu kuatir atau merasa takut dan gentar pada saat memulai pelayanan dimanapun anda berada dan apapun itu jenis pelayanan yang anda kerjakan, karena tangan Allah tidak akan sekali-kali meninggalkan kita.

ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. (Kejadian 2:7)

Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu.(Kejadian 2:19)


Pada saat penciptaan manusia pertama, Adam membuka matanya, yang pertama dia lihat adalah Allah. Karena Adam sejenis, serupa dan sepikiran dengan Allah. Manusia pada awalnya serupa dengan Allah, akan tetapi karena Adam berdosa kita menjadi sederajat dengan iblis. Oleh karena hal tersebut kita semua manusia yang berdosa harus bertobat.

Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung", sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu." Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah. Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa. (Yakobus 4:13-17)


Kita sebagai pengikut Kristus atau sebagai warga Kerajaan Allah tidak boleh gegabah, karena harus butuh perencanaan yang tepat dan kita perlu berkonsultasi dan menunggu jawaban dari Tuhan dalam hal bertindak dan menentukan segala sesuatu tindakan.

Lagi pula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang disorga."(Matius 5:15-16)


Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.(Efesus 2:8-10)


Hidup yang dipenuhi Roh Kudus dan firman akan menjadi aktif. Kita akan rindu berbuat sesuatu bagi Tuhan untuk membalas cinta kasih-Nya. Tidak hanya tergerak, tetapi sungguh-sungguh bergerak dan berjuang. Melalui hidup kita yang diubahkan oleh buah Roh, pemulihan terjadi, keluarga kita ikut dipertobatkan, teman-teman kita kenal Yesus, dan orang-orang di sekeliling kita menerima anugerah keselamatan dalam Kerajaan Surga. Bahkan, kebangunan rohani besar-besaran akan Tuhan kerjakan.
 

Perbuatan sebagai garam dan terang dunia tersebut adalah perbuatan yang baik. Kasih karunia adalah ketika Yesus memberikan diri-Nya dibaptis bagi kita orang berdosa.

Tuhan Yesus tidak membangun gereja-Nya untuk menakuti umat-Nya. Akan tetapi Tuhan menciptakan kita sebagai satu-satunya karya-Nya yang terbaik agar kita menjadi alat-Nya dalam membangun gereja. Oleh sebab itu sebagai pengikut Kristus akan selalu dimurnikan Tuhan sampai keinginan kita, tujuan  kita, sama atau serupa dengan Tuhan.

Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Maka ketakutanlah mereka semua, sedangrasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda. Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.(Kisah Para Rasul 2:41-47)

Hal tersebut diatas merupakan ciri-ciri gereja yang dibangun diatas batu karang. Semua jenis pelayanan  yang dibangun Tuhan harus bersekutu. Relationship atau hubungan satu sama lain menjadi akrab. Dan merekapun mulai berkumpul membentuk sebuah komunitas. Komunitas tersebut melakukan hal-hal ajaib seperti yang Tuhan lakukan. Komunitas ini pun disukai semua orang. Banyak orang kemudian menjadi percaya karena melihat komunitas ini.

Pentingnya Gereja membangun komunitas disaat pandemi atau yang sudah dibangun sebelum pandemi, adalah karena komunitas orang percaya memiliki peran yang penting dalam kekristenan, setiap gereja mungkin memiliki sebutannya masing-masing. Seperti tubuh yang terbentuk dari sel, demikian juga dengan tubuh Kristus.

Dengan tergabung kita didalam sebuah komunitas , membuat kita memiliki hubungan yang sedikit lebih istimewa karena kita dapat lebih mengenal dengan anggota tubuh Kristus lainnya secara lebih erat.

Komunitas yang sering disebut juga kelompok sel (KOMSEL) atau community of love (COOL) bukan hanya mempersiapkan orang Kristen agar hidup dalam anugerah Allah, akan tetapi juga menolong orang Kristen agar dapat bertahan terus di masa-masa sulit seperti pandemi saat ini. 

Anda belum tergabung dalam sebuah komunitas ? Silahkan bergabung didalam gereja anda masing-masing, jika ingin membangun komunitas sel, silahkan bangun sejak dini mungkin, karena Allah sendiri tidak akan meninggalkan Komunitas-Nya, seperti yang telah dilakukan oleh jemaat gereja mula-mula yang sangat berdampak bagi internal gereja dan juga bagi external gereja mereka terutama bagi jiwa-jiwa yang belum percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan satu-satunya Juruselamat yang dapat menyelamatkan dan mengampuni dosa warisan Adam dan Hawa tersebut.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال