Cinta Kasih Kunci Menghilangkan Sumber Masalah


WARTA.TV - Happy Valentine Days untuk semua para sahabat amanat agung ministry dimanapun anda berada. Hari Valentine Day yang jatuh pada tanggal 14 Februari diperingati hampir di seluruh dunia. Hari Valentine biasanya dirayakan dengan orang-orang terkasih, bisa pasangan, orang tua, anak-anak, keluarga besar, sahabat dekat, dan lainnya. Kebanyakan mereka akan menghabiskan waktu bersama, bertukar kado, memberi hadiah cokelat atau saling berkirim kartu ucapan.

Membicarakan tentang Cinta kasih dalam sebuah hubungan, hampir semua orang sangat merindukan untuk mendapatkan pasangan hidup dan setelah menikah semuanya mendambakan kondisi hubungan mereka akan baik-baik saja. 

Namun dalam kenyataan yang dialami saat mulai memasuki masa pandemi Virus Covid 19, banyak pasangan yang mulai goyah, karena banyaknya tantangan dalam sektor perekonomian dan juga disebabkan oleh perselisihan dan pertengkaran terus menerus antara pasangan suami istri.

Jadi tak mengherankan jika kita temui banyak sekali kasus perceraian yang terjadi pada pasangan suami istri, bahkan perceraian terjadi dikalangan pasangan kristiani juga. Mengapa sebuah perceraian bisa terjadi, ternyata mereka belum mengetahui rahasianya. 

Lalu apa KUNCI rahasia supaya rumah tangga tidak mengalami kasus perceraian ? Ternyata kuncinya hanya hal  sepele, yaitu setiap pasangan harus menerapkan cinta kasih didalam rumah tangga kita. Karena CINTA KASIH adalah pondasi dasar yang akan menghilangkan persoalan dan permasalahan didalam rumah tangga kita.

Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."( Matius 22:37-40).


Coba kita perhatikan pada sebuah mesin kapal laut yang terus-menerus di nahkodai dari pulau satu kepulau lainnya, tentunya mesin kapal laut tersebut sangat memerlukan perawatan secara berkala setelah melakukan pelayaran di samudera luas. Apabila tidak dirawat, maka mesin kapal tersebut akan mengalami keausan atau kerusakan fatal. 

Demikian juga layaknya hubungan cinta kasih antar suami istri, bagaikan mesin kapal yang wajib dirawat baik oleh setiap pasangan, yang utama untuk pasangan yang telah menikah untuk mengarungi samudera rumah tangga yang ombaknya cukup ganas.

Karena banyak pasangan muda yang tidak mengerti, bahkan tidak mau rutin melakukan pemeliharaan berkelanjutan terhadap cinta kasih yang merupakan 'mesin' yang mampu menggerakan bahtera  sebuah pernikahannya. Jika tidak mau secara rutin memeliharanya, maka dampaknya pada sebuah pernikahan berada di ujung tanduk kehancuran yang berujung pada perceraian atau perpisahan.

Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan, sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia. (Markus 10 : 6 - 9)


Sebelum lebih jauh kita membahas tentang Cinta Kasih, sebaiknya kita tau apakah Kasih itu ?

1. Kasih Merupakan Perintah Bukannya Perasaan

Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.(1 Yohanes 4:21). 

Kita dapati banyak diantara kita, mencintai hanya sebatas kepada sebuah perasaan, sebagai dampaknya ketika ada permasalahan diantara pasangan tersebut, maka hubungan tersebut akan menjadi retak apabila tidak bisa menjaga jalinan hubungan tersebut dan berakhir kepada perpisahan. 

Namun apabila kita mencintai serta mengasihi pasangan kita didasari oleh sebuah perintah yang Tuhan ajarkan kepada kita maka sehebat apapun permasalahan tersebut datang, kita harus tetap mencintai pasangan tersebut karena semua itu adalah sebuah perintah yang harus kita taati. Jadi sebesar apa permasalahan yang di alami, seharusnya kita tetap melakukan perintah Tuhan dan bukan dengan perasaan kita.

2. Kasih Merupakan Sebuah Pengampunan

Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka.( Lukas 6:32)

Dalam kehidupan kita sehari-hari yang berpotensi menyakiti kita, justru lebih sering dilakukan oleh orang yang terdekat dengan kita. Mungkin saja seperti suami, istri, orang tua, mertua, ipar, sahabat, teman atau yang lainnya. Saling memberi pengampunan bagi orang yang menyakiti kita sebenarnya sangat memberi untung buat kita sendiri. 

Karena orang yang sering memberikan pengampunan pada siapapun akan  membuat ia umur panjang. Karena Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang. Orang yang suka mengampuni tersebut dalam kehidupan spiritualnya atau didalam jiwa dan jasmaninya pasti akan sehat. Demikian juga dengan kondisi rumah tangga kita, akan semakin diberkati Tuhan saat mau memberikan pengampunan dan memberikan secara penuh cinta kasih kita pada orang yang kita cintai.

3. Kasih Merupakan Sebuah Pengorbanan


Mengorbankan waktu kita untuk menabur dalam kasih tidak akan membuat kita menjadi miskin, akan tetapi membuat hasil yang luar biasa, karena kita akan menuai apa yang kita telah tabur. Manabur kasih adalah kunci yang sangat ampuh untuk menjadikan keluarga yang teguh dan bahagia. Walaupun kita tidak pernah mendapatkan kasih tersebut, namun kita harus konsisten terus menabur kasih itu sekalipun harus mengorbankan tenaga waktu yang sangat melelahkan. 

Sebab cinta kasih yang kita tabur, suatu saat kita akan menuai cinta dan kasih tersebut. Taburlah kasih kepada istri atau suami kita, taburlah kasih kepada orang tua dan anak kita, taburlah kasih pada mertua kita, taburlah hormat dan respon perhatian yang baik supaya kitapun mendapatkan apa yang sudah kita lakukan. 

Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. (Galatia 6:7)

4. Kasih Kristus sebagai Pondasi Pernikahan

Dalam sebuah hubungan, maka jadikanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai kepala serta yang utama bagi pernikahan dan rumah tangga kita. Buat kita yang belum menikah pun, sebaiknya ketika amda hendak memilih calon pasangan, menikahlah dengan yang seiman dalam Tuhan.

Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi ia bersukacita karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. (1 Korintus 13:4-7)


5. Kasih Agape sebagai Pondasi Pernikahan

Hubungan yang harmonis menggunakan pondasi kasih 'agape' (unconditional love atau tanpa syarat) bukanlah hal yang alamiah. Sebab kodrat manusia yang berdosa, maka tidak mampu menghasilkan kasih itu dengan otomatis. Apabila kita ingin mengasihi seperti Allah mengasihi, maka kasih itu harus berasal dari Sumbernya. Karena bukan melalui kuat atau gagah kita sendiri. Melainkan bisa dilakukan oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita ketika menjadi anak-anak tebusan-Nya.

Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. (Roma 5 : 5)

Supaya kita bisa menjaga mesin penggerak bahtera rumah tangga tetap hidup dan menyala penuh kehangatan, ada beberapa hal yang seharusnya kita perhatikan, yaitu :

- Belajar Saling Mengampuni

Cinta Kasih yang mengampuni akan menyembuhkan luka hati dan menjadikan pasangan kita merasa diterima sangat berharga. Tidaklah mengenai siapa yang benar atau salah, melainkan saling mengalah. Cinta Kasih tidak mengenal waktu ataupun jumlah pengampunan. Karena dari sini cinta kasih sejati akan menjadi nyata ketika diuji dengan pengorbanan.

- Belajar Saling Menguatkan 

Cinta Kasih yang teguh adalah seumpama batu karang yang tidak akan menggoyahkan kita melewati badai pencobaan dan kepedihan hidup rumah tangga. Upaya untuk saling menguatkan dan menopang pasangan dapat membantu kita terhindar dari berbagai godaan yang bisa datang dari manapun.

- Belajar Saling Melayani 

Cinta Kasih bakal menolong kita untuk menemukan dan memenuhi kebutuhan terpenting dalam diri pasangan, dan membuat pasangan kita merasa dihormati dan dimengerti. Hal inilah yang namanya saling melengkapi. Hubungan yang terbaik adalah saat kita mulai membangun komunikasi dalam bahasa kasih pada pasangan kita.

- Belajar Saling Memuji

Cinta Kasih yang penuh pujian akan menjadikan hubungan sebuah pasangan akan tetap hidup langgeng. Melalui sebuah pujian tulus yang bisa kita berikan, yaitu melalui pujian sebuah kata-kata atau kalimat, kemudian menyampaikan pujian  melalui perbuatan yang terbaik buat pasangan kita, akan membuat terjalinnya hubungan yang harmonis dengan pasangan kita.

Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. (Kolose 3:14-15)

Untuk menjaga mesin bahtera rumah tangga tetap menyala hangat dan sejahtera, mulailah mengasihi suami istri kita, karena cinta kasih itu adalah sebuah perintah dan juga memberikan pengampunan serta berkorban untuk terus menabur kasih, kemudian menjadikan kasih Kristus dan kasih Agave menjadi KUNCI yang sangat mendasar pada jalinan hubungan pada sebuah pasangan. 

Dengan apa yang kita telah lakukan tentang semua itu, maka percayalah bahwa keluarga dan hubungan kita dengan suami istri, hubungan anak dan orang tua , mertua bahkan hubungan dengan teman dan sahabat kita akan menjadi baik dan berkat pimpinan  Tuhan. 

Kiranya melalui hari Valentine ini, kasih Allah selalu memulihkan setiap hubungan kita semua. Dan mulailah menyatakan cinta kasih kita lewat tindakan kita sehari-hari, baik tindakan yang kecil maupun yang besar. Dengan hadirnya Cinta Kasih Tuhan Yesus pada sebuah rumah tangga atau sebuah keluarga maupun kekasih hati kita, maka percayalah Tuhan Yesus akan menyertai hubungan kita selamanya. Amen.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال