Kalahkan Kemunafikan untuk Memperoleh Kemuliaan

 


WARTA.TV - Yesus sendiri pernah mengajarkan agar kita tidak melakukan kewajiban agama hanya untuk dilihat orang lain, tindakan tersebut membuat orang tersebut tidak akan memperoleh upah dari surga.

Seperti yang dilakukan oleh orang-orang munafik di rumah-rumah ibadat, mereka memberi sedekah hanya untuk mendapatkan pujian. Akan tetapi jika kita melakukannya dengan sembunyi-sembunyi, maka Bapa di Sorga akan membalas perbuatan kita yang tulus itu.

Firman Tuhan jika diaplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari akan menghadirkan sebuah kemuliaan. Apabila seseorang tersebut penuh dengan kemuliaan, kehidupannya pasti sangat berkualitas. Kemudian untuk seseorang yang kehidupannya berkualitas pasti kehidupannya mempunyai nilai yang sangat tinggi karena ia mempunyai kekuatan super untuk bertahan hidup dalam situasi apapun (strong durability).

Firman Tuhan membuat hidup kita semakin terarah yang mampu memproses seseorang dari yang lemah menjadi kuat melalui jalan kebenaran yang disampaikan. Jika kita sebagai pengikut Kristus dan kita secara sungguh-sungguh mengikuti perintah-Nya, maka secara otomatis kesungguhan kita akan mengarahkan untuk memiliki hidup yang berkualitas dan punya daya tahan hidup yang kuat.

Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. (Yoh. 1:14).

Banyak orang yang telah mengakui kebenaran bahwa Kristus adalah Tuhan, akan tetapi mereka tidak mengikuti-Nya. Prilaku seperti ini sama saja dengan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang memiliki banyak pengetahuan akan hukum Taurat, namun tidak melakukan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

Jika seperti itu, bagaimana kita menghadapi kemunafikan yang ada di sekitar kita bahkan di dalam lingkungan gereja kita? Mungkin saja kita akan muak, akan tetapi janganlah kita menutup diri. Apabila kita memilih menjauhkan diri, kita tidak akan menemukan orang-orang yang memiliki hati tulus dan mempunyai teman-teman yang sejati. Kemudian janganlah kita ikut-ikutan untuk menghakimi orang.

Dari Firman Tuhan yang disampaikan Yoh. 1:14  ingin mengungkapkan kebenaran  tentang Firman yang telah menjadi Manusia. Tuhan Yesus yang telah diberikan kepada kita sebagai penebus dosa-dosa kita yang mempunyai kemuliaan sebagai Anak Tunggal Bapa. Dalam menyikapi kedatangan-Nya kedunia pada saat ini, yang menjadi tantangan dalam kehidupan kita dan akan menjadi penghalang Kemuliaan Tuhan adalah berbicara tentang sebuah sifat Kemunafikan.

Bagaimana cara untuk mengetahui ciri-ciri dari kemunafikan tersebut?

1. Kemunafikan Muncul pada Area Perasaan

Ciri-ciri seseorang yang hidupnya penuh dengan kemunafikan bisa dilihat melalui sifatnya : merasa paling hebat, merasa paling benar, dan suka memandang rendah orang lain (Luk. 18:9). Orang yang tidak Munafik, menilai dan melihat tidak ke luar tapi kedalam. Selalu menilai diri nya sendiri dan tidak merasa dirinya hebat. (Luk. 18:13-14)

2. Kemunafikan Hidup Penuh Kepalsuan

Ciri-ciri selanjutnya orang yang munafik biasanya punya gaya hidup penuh dengan kepalsuan. Seseorang yang gaya hidupnya dalam sebuah kepalsuan sama dengan orang-orang yang hidup membohongi diri sendiri, sehingga orang di luar akan melihat yang baik saja, tetapi sebenarnya yang ada di dalam diri kita adalahan kebohongan semata.

Sebagai pengikut Kristus, seharusnya kita meninggalkan manusia lama kita, dan mulai menghidupi firman-Nya, kita pasti bisa mengalahkan kemunafikan dan di jauhkan dari hidup kita.

Jadi bagaimana cara untuk mengalahkan Kemunafikan dan memperoleh Kemuliaan?

1. Harus Menjadi Pelaku Firman.

Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. (Yak. 1:22).

Mengapa harus menjadi pelaku firman? Melakukan firman adalah suatu proses yang harus kita lalui karena harus berani bayar harga dengan sangat mahal, karena harus melalui banyak rintangan, sebagai ilustrasi coba perhatikan sebuah proses dari seekor Ulat menjadi Kupu-kupu ia harus melalui proses Metamorfosis sebelum menjadi seekor kupu-kupu yang cantik. Firman jika di dengarkan tapi tidak dilakukan, disitulah akan muncul kemunafikan dan akan menjadi penghalang Kemuliaan Tuhan.

2. Hidup Jadi Diri Sendiri menurut Firman.

Tidak semua orang bisa menjadi diri sendiri. Ini disebabkan oleh banyak hal, biasanya karena kita kurang bersyukur dengan apa yang kita miliki, merasa penuh kekurangan atau iri dengan pencapaian orang lain. Padahal jika kita bisa menjadi diri sendiri, hidup kita akan jadi bahagia karena bisa menjalani hidup apa adanya.

Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin. (Yak. 1:23)

3. Menerima Dirimu Apa Adanya

Dalam mengarungi kehidupan tak selalu mudah untuk dijalani. Ada kalanya kita bisa terjatuh. Kadang kala kita terpuruk dan mengalami sejumlah kegagalan berulang-ulang kali. Belum lagi dengan adanya ujian dan cobaan hidup yang terus datang silih berganti.

Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya pengalaman hidup, kita akan menyadari betapa pentingnya menerima diri apa adanya. Bahkan menerima diri apa adanya bisa menjadi awal kebahagiaan terbesar dan terindahmu. Saat anda merasa ingin menyerah dan kehilangan harapan dalam hidup, mungkin ini saatnya untuk mengambil jeda sejenak dan menepuk bahu perlahan.

Anda harus dapat menempatkan diri di lingkungan yang tepat. Agar diri anda dapat berkembang lebih baik. Jauhi lingkungan yang membuat anda semakin buruk. Bertemanlah dengan orang-orang yang dapat menerima dan membuat anda berubah!

Tapi ingat, anda juga harus dapat menerima teman-teman anda apa adanya. Karena bisa saja teman-teman yang ada di lingkungan tempat anda juga sedang mencoba untuk menerima dirinya sendiri! Sebagai manusia kita tidak bisa hidup sendiri, dan harus saling tolong-menolong bukan?

Jangan pernah berpura-pura menjadi orang lain untuk menutupi kekuranganmu. Untuk menjadi diri sendiri, anda harus bisa menerima apa pun yang ada dalam dirimu, baik itu bagus atau buruk. Seperti bentuk fisik, cara bicara, potensi, kelemahan dan sebagainya.

Hidup ini janganlah sering membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Orang yang hidup dalam kemunafikan biasanya tidak akan puas dengan dirinya sendiri dan tidak akan bersyukur. Tetapi milikilah hidup yang menjadi diri sendiri dan bercermin pada firman. Karena kita sangat berharga di mata Tuhan dan dan kita semua adalah ciptaan-Nya yang Mulia.

Sikapilah hidup diri kita dengan menjadi pelaku Firman Tuhan dan Hidup menjadi diri sendiri, sehingga kemuliaan Tuhan akan turun dalam hidup kita dan Nama Tuhan akan dimuliakan melalui cerminan diri anda yang sama dan serupa dengan Kristus.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال