Jakarta (WARTA.TV) - Fujifilm Holdings Corporation atau Fujifilm (Fujifirumu Kabushiki Kaisha) merupakan sebuah perusahaan Jepang mengkhususkan dalam bidang optik dan gambar.

Produknya termasuk kamera, teropong, mikroskop, alat pengukur. Fujifilm merupakan perusahaan fotografi terbesar di seluruh dunia. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1934.

Baru-baru ini Fujifilm Corporation merilis kamera terbarunya diberi nama X-Pro3. Menurut informasi bahwa Kamera ini dirancang secara khusus untuk para fotografer street dan jurnalis foto.

Kehadiran Fujifilm X-Pro3 dilengkapi dengan layar berukuran 3,5 inci beresolusi 1,65 juta dot. Uniknya layar tersebut hanya dapat dilihat jika pengguna melipatnya ke arah luar.

Apabila layarnya dalam keadaan tertutup maka hanya akan menampilkan informasi kecepatan shutter, aperture dan sebagainya. Ide desain layar seperti ini akan memberikan nuansa kamera film lawas.

Bukan hanya itu, perangkat tersebut juga didesain dengan viewfinder elektronik/optik hybrid. Dalam mode rangefinder, pengguna dapat melihat dari viewfinder optik, bukan elektronik

"Kami mendesain kamera tersebut untuk memudahkan pengguna ketika menggunakan viewfinder agar selalu tertuju objek di depan. Dalam viewfinder pengguna dapat menemukan berbagai pengaturan," ungkap Fujifilm dalam keterangan tertulis seperti dikutip dari laman Engadget, Kamis 24-10-2019.

Apabila pengguna lebih menyukai viewfinder elektronik, maka akan dimanjakan oleh resolusi 3,69 juta dot dari panel berteknologi OLED 200 Hz, sehingga menjanjikan tampilan jernih dengan respon yang cepat.

Untuk tentang spesifikasi X-Pro3 sejajar dengan model Fujifilm terbaru. Seperti X-T3, perangkat itu mengantungi sensor X-Trans4 26,1 MP dan prosesor X-Processor 4 quad-core.

Namun belum lengkap informasi yang di unggah karena Fujifilm belum menyebutkan jumlah titik AF (AutoFocus), tetapi dikatakan bahwa AF akan berfungsi dalam keadaan gelap gulita.

Sebagaimana layaknya kamera dengan sensor X-Trans4 lainnya, X-Pro3 diklaim memiliki performa mumpuni, meskipun ketika memotret dalam keadaan cahaya remang.

Rentang ISO yang disuguhkannya adalah 160-12.800 atau dapat diperluas hingga 80-51200.

Fujifilm X-Pro3 saat ini tedah dilengkapi teknologi AI agar dapat mempermudah pemotretan. Mode HDR baru akan secara otomatis menangkap beberapa frame dan menggabungkannya demi menghasilkan rentang dinamis tanpa menyebabkan saturasi warna berlebih.

Para penggunanya kini dapat menambahkan hasil foto dengan simulasi film, seperti Velvia, Eterna dan Monochrome, tetapi pada X-Pro3 terdapat dua filter baru: Classic Neg dan Monochromatic Color.

Kamera yang katanya khusus untuk fotografer street ini juga ditawarkan dengan harga USD 1.800 US atau setara Rp 25 juta untuk versi warna hitam, sedangkan untuk warna Dura Black dan Silver ditawarkan seharga USD 2.000 atau setara Rp 28 juta. Rumornya Fujifilm X-Pro3 bakal nongol pada akhir tahun ini.
Warta.tv

Warta.Tv

Terimakasih telah berkunjung di warta.tv.

Post A Comment:

0 comments: