Jakarta (Warta.TV) - Baru saja tersebar warta viral di jagad maya, dimana terdapat pasutri memberikan minum kopi untuk buah hatinya di dusun Bulung, Desa Tonrolima, Kecamatan Matakali, Polewali Mandar, Sulawesi Barat setiap hari minum 5 gelas kopi karena orang tua sang bayi tidak mempunyai biaya membeli susu.

Pasutri tersebut terpaksa memberi minum kopi setiap hari untuk sang bayi sebagai pengganti susu karena kedua orangtuanya tak mampu membeli susu.

Dari kasus tersebut diatas mari kita bahas satu demi satu. Apakah anak-anak atau bayi telah layak konsumsi kopi?

Dikutip dari laman situs VeryWell Family, gaya hidup untuk konsumsi kopi pada bayi ini saat ini tengah mengalami peningkatan yang signifikan. Dari hasil sebuah penelitian dari Boston Medical Center pada tahun 2015, memberikan laporan bahwa 15 persen balita mengonsumsi setengah gelas kopi per hari.

Ada beberapa hal yang menyebabkan peningkatan konsumsi kopi bagi seorang balita. Dimana akses dan ketersediaan produk kopi tersebut merupakan penyebab utama seorang bayi bisa mengonsumsi kopi.

Dan yang tidak kalah pentingnya lagi yaitu kebiasaan orang tua minum kopi juga merupakan salah satu penyebab mengapa anak ikut mengonsumsi minuman berkafein ini. Kebiasaan ini bisa menyebabkan mereka penasaran dengan kopi dan akibatnya komsumsi minum kopi akan menjadi kebiasaan mereka.

Untuk bahan pertimbangan sebaiknya anda perhatikan 3 hal dibawah ini :

1. Akibat Minuman Kopi pada Anak

Konsumsi kafein terutama pada anak-anak merupakan hal yang sebaiknya dihindari. Minuman ini tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh anak-anak.

Berdasar penelitian yang dilakukan di Boston, konsumsi kopi pada balita di antara waktu makan mereka bisa menimbulkan masalah kesehatan. Mereka tiga kali lipat lebih rentan obesitas ketika masuk Taman Kanak-Kanak.

Dosis tinggi kafein yang luar biasa tinggi bisa menyebabkan masalah seperti serangan jantung yang bisa berujung kematian. Tingginya dampak ini disebabkan karena anak-anak memiliki massa tubuh lebih rendah dan tubuh mereka belum terbiasa untuk memproses kafein.

2. Dampak Jangka Panjang Minuman Kopi pada Anak

Dampak jangka panjang dari konsumsi kafein terhadap perkembangan bayi ini hingga sekarang masih butuh penelitian lebih lanjut. Walau kafein pada anak bisa membuat mereka tiba-tiba bertenaga, namun dampak jangka panjang yang muncul masih perlu dipelajari.

Kendati secara garis besar bahaya yang muncul dari konsumsi kopi pada anak tidak jauh berbeda pada orang tua, namun hal ini tetap harus menjadi perhatian. Kopi mengandung kafein yang merupakan stimulan kuat dan harus dibatasi konsumsinya.

3. Tips Mengatasi Konsumsi Minuman Kopi pada Anak

Kendati minuman kopi ini memiliki kandungan sejumlah zat bahaya, namun konsumsi minuman kopi dalam jumlah aman tidak timbulkan masalah pada kesehatan. Risiko bahaya yang muncul saat konsumsi minuman kopi dilakukan dalam jumlah yang besar dan dalam kurun waktu yang lama.

Anda sebaiknya berjaga-jaga untuk mengatasi masalah yang kemungkinan muncul dikemudian hari, dengan cara membatasi mengkonsumsi minuman kopi ini. Karena alasannya, mungkin saja ada pengaruh yang bisa terjadi pada perkembangan anak.

Saran yang terbaik adalah anda sebisa mungkin menghindari pemberian minuman kopi ini pada anak-anak karena bahaya yang mungkin dimilikinya.

Buat anda sebagai orang tua, sebaiknya ganti kopi dan teh dengan minuman lain seperti susu atau cokelat agar lebih sehat dan tak membuat anak mengkonsumsi kopi dan suatu saat kecanduan minuman berkafein tinggi ini.
Warta.tv

Warta.Tv

Terimakasih telah berkunjung di warta.tv.

Post A Comment:

0 comments: